Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2008

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429H

Dari masjid-masjid terdengar jelas gema takbir dan tahmid. Kebetulan masih belum tidur, masih terdengar suara petasan-petasan dan kembang api di luar rumah.

Pukul 00:01, 1 Syawal 1429H, Selamat Hari Raya Idul Fitri.
Mohon ma'af lahir dan bathin.

Seperti bayikah kita?
Wallahu'alam.

Selasa, 30 September 2008

30 Ramadhan 1429H

Hari ini, 30 Ramadhan 1429H, artinya besok 1 Syawal 1429H, lebaran.

AlhamduLillah, Ramadhan tahun ini keluarga cukup sukses membimbing anak-anak, untuk berpuasa sebulan penuh, shalat tarawih dan membaca Al-Qur'an. Saat sahur merupakan saat yang harus dihadapi dengan sabar, membangunkan Bilqis dan menggendongnya sampai tempat makan di mana semua anggota keluarga sudah menunggu untuk sahur. Biasanya kami makan sahur sambil menonton sinetron religi PPT2 SCTV, lucu dan penuh hikmah. :)

Saat berbuka juga menjadi bagian yang tidak terlupakan. Biasanya anak-anak sudah menunggu di depan hidangan 10 menit sebelum berbuka, lagi-lagi menonton PPT2, meski ceritanya siaran ulang saat sahur. 5 menit sebelum beduk, biasanya saluran TV dialihkan ke TVRI lokal Medan untuk memastikan waktu berbuka. Anak-anak sangat gembira bila iklan sirup Pohon Pinang dan Bank SUMUT tampil karena selepasnya pasti beduk berbuka tiba.

Saat berbuka sasaran utama anak-anak biasanya langsung menyantap nasi dan lauknya. Makan sekenyangnya, minum sepuasnya... shalat jadi susah rukuknya.. :D Sedangkan yang lebih besar, lebih memilih buah, shalat lalu makan malam.

Tarawih biasanya kami lakukan di masjid dan rumah, saya dan Bima di masjid, yang lainnya shalat di rumah. Masjidnya tidak terlalu jauh di belakang rumah, meski kecil masjid Al-Gufron selalu diramaikan dengan jamaah, minimal 3 shaft lelaki, perempuan bisa jadi lebih banyak.

Senang rasanya berpuasa di bulan Ramadhan 1429H, mudah-mudahan ALLAH SWT masih memberikan kita kesempatan untuk dapat bertemu dan beribadah di bulan Ramadhan tahun depan.

Berat rasanya ditinggal bulan penuh ampunan ini.

Jumat, 26 September 2008

Halal, Haram?

Kapsul dan soft gel. Pernah lihat kedua jenis obat ini? Tentu rekan-rekan sekalian pernah melihatnya, bisa jadi di lemari obat saat ini ada yang mirip gambar di atas.

Beberapa MLM mengeluarkan produk berjenis kapsul dan soft gel. Kapsul biasanya untuk produk obat atau makan berjenis bubuk, sedang soft gel untuk yang berjenis cairan. Soft gel biasanya diisi dengan produk minyak ikan, garlic, royaljelly, propolis dll. Keduanya, baik kapsul maupun soft gel dibuat dari bahan yang sama, gelatin.





Gelatin? Gelatin merupakan protein yang larut. Bahan bakunya diambil dari tulang atau kulit hewan. Tiga jenis hewan yang sering dijadikan bahan baku pembuatan gelatin adalah sapi, ikan dan ops.. babi. Untuk sapi dan ikan tentu tidak ada masalah sama sekali, terlepas dari bagaimana cara memprosesnya, keduanya halal di konsumsi. Bagaimana dengan babi? Ternyata kapsul dan softgel import umumnya dibuat dari kulit hewan haram ini. Ops..

Beberapa produk MLM distempel halal, namun untuk yang menggunakan kapsul dan soft gel, coba perhatikan kotak/botolnya, kemungkinan besar tidak ada stempel halalnya. Begitu juga dengan produk soft gel yang berisi garlic atau VCO, semua tidak ada label halal.

Halal atau tidak, bagi beberapa keluarga tidak terlalu bermasalah, namun bagi saya dan keluarga halal harus yang utama. Kita tidak boleh memandang halal haram ini secara sederhana, standarnya dari waktu ke waktu harus ditingkatkan, standar abu-abu untuk halal dan haram akan membuat dampak buruk bagi keluarga. Halal tetap halal, haram harus tetap haram...

Saat ini anak-anak kami memiliki kebiasaan yang berbeda, bila mereka membeli makanan di swalayan atau supermarket maka yang dicari terlebih dahulu adalah label halal produk. Begitu juga bila ada jajanan pemberian orang lain, yang dilihat tetap label halalnya. Mungkin baru sebegitu pengetahuan mereka tentang halal dan haram, tidak mengapa, itu merupakan awal yang baik.

Sebaik-baik pendidikan, mulailah sejak usia dini. Mudah-mudahan dengan memperkenalkan halal haram kepada anak-anak sejak dini, kita harapkan di masa depan mereka menggunakan produk-produk yang halal, yang dicari dengan cara yang halal pula. Insya Allah.

Rabu, 24 September 2008

Rinto dari Al-Ikhlash

Kemarin pagi, saat jam kerja, saya kedatangan seorang sahabat baik, Rinto namanya. Lelaki muda berumur sekitar 25 tahun, berkulit hitam, dengan topi lobe yang tidak pernah lepas dari kepala, seorang Batak Muslim bermarga Siahaan. Tinggal di yayasan Al-Ikhlash, di desa kecil di pinggiran kota Medan, tidak terlalu jauh dari Rumah Sakit Haji. Yayasan ini memiliki 60 orang anak yatim yang harus disantuni dan Rinto menjadi salah seorang penggerak agar anak-anak tetap makan dan berpakaian. Beliau setiap hari berkeliling kota Medan dan sekitarnya untuk mencari dana bantuan, menawarkan kunci surga bagi ummat Rasullullah yang berminat.

Pagi itu ia memberi hikmah tentang gadis yang buta, tuli, bisu dan lumpuh. Buta karena tidak melihat, tuli karena tidak mendengar, bisu karena tidak berbicara dan lumpuh karena tidak dapat berpergian. Gadis ini dilamar oleh seorang jejaka berakhlak karena kekurangannya, karena itulah kelebihannya.

Mengapa kekurangannya sekaligus menjadi kelebihannya?

Ia buta, buta dari melihat yang tidak baik, dari melihat hal-hal buruk yang dapat mempengaruhi ibadahnya. Ia tuli, tuli dari mendengar pembicaraan yang tidak baik. Dan bisu, bisu dari berkata buruk, menjaga lisan dari waktu ke waktu. Juga lumpuh, lumpuh karena tidak berpergian ke tempat-tempat maksiat, cukuplah baginya pergi ke tempat ibadah.

Begitulah, hikmah dari Rinto tentang gadis yang 'cacat' di mata manusia namun ia sehat wal'afiat di mata ALLAH SWT.

Saya sendiri jadi teringat akan Nasyid dari Rabbani, Cari Pasangan.

AlhamduLillah, ada hikmah hari ini.

Senin, 22 September 2008

HE ?

He? Bagaimana mungkin?

Ada yang agak mengusik hati saat membaca tarjamah Al-Qur'an surah Al-Baqarah versi bahasa Inggris di Compendium of Muslim Texas. Ketiga versi terjemah, Yusuf Ali, Pickthal dan Shakir menterjemahkan dengan cara yang sama, DIA (ALLAH SWT) diterjemahkan dengan HE.

Contohnya pada Surah Al-Baqarah ayat 20:

Tarjamah Bahasa Indonesia:
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Tarjamah Yusuf Ali :
The lightning all but snatches away their sight; every time the light (Helps) them, they walk therein, and when the darkness grows on them, they stand still. And if Allah willed, He could take away their faculty of hearing and seeing; for Allah hath power over all things.

Tarjamah Pickthal :
The lightning almost snatcheth away their sight from them. As often as it flasheth forth for them they walk therein, and when it darkeneth against them they stand still. If Allah willed, He could destroy their hearing and their sight. Lo! Allah is able to do all things.

Tarjamah Shakir :
The lightning almost takes away their sight; whenever it shines on them they walk in it, and when it becomes dark to them they stand still; and if Allah had pleased He would certainly have taken away their hearing and their sight; surely Allah has power over all things.

ALLAH, HE?

Maha Suci ALLAH SWT, Tuhan Semesta Alam.

Sabtu, 20 September 2008

Meng-cloning Manusia

Menjadikan dua atau lebih sesuatu sering disebut dengan meng-cloning. Meng-cloning domba artinya menjadikan domba baru dari sel domba lainnya. Begitu juga bila kelak manusia dapat di-cloning, hasilnya adalah manusia baru yang memiliki DNA identik dengan DNA manusia asal sel cloning. Cloning, menurut para ahli per-cloning-an, dapat dilakukan hanya dengan menggunakan sel wanita saja, tanpa melibatkan unsur pria sama sekali. Tidak ada proses terhubungnya sperma dan sel telur. Dalam hal cloning ini, wanita benar-benar tidak membutuhkan pria. :D

DNA boleh sama, namun apakah manusia hasil cloning akan memiliki perilaku yang sama dengan pendahulunya? Tentu tidak, karena manusia hasil cloning tetap dilahirkan seperti bayi pada umumnya. Dan setiap bayi terlahir kosong, tanpa dosa, tanpa pengetahuan. Orang tuanyalah yang menentukan perilakunya di kemudian hari.

Apakah dengan berhasilnya membuat manusia baru dengan cara cloning boleh menjadikan manusia sombong terhadap Tuhannya? Bahwa ia bisa menyamai Tuhannya, membuat manusia dengan 'cara lain'? Hmm... Tentu tidak, nabi Isa AS dikandung oleh ibunya, Maryam, tanpa keterlibatan pria sama sekali. Maryam mengandung begitu saja, kun fayakun.

Mungkinkah Allah SWT melakukan cloning terhadap sel Maryam dan mengisi kandungannya dengan janin hasil cloning? Itu artinya Maryam masih seorang gadis perawan saat mengandung nabi Isa. Luar biasa. Hmm..., mungkin itu juga sebabnya Islam mengajarkan bahwa Isa AS adalah seorang manusia biasa, bukan anak Tuhan, tapi anak ibunya, Maryam.

Wallahu'alam.

Jumat, 19 September 2008

Melihat Masa Lalu

Bila saat ini kita melihat sinar matahari, sesungguhnya kita melihat sinar yang dipancarkan oleh matahari 8 menit lalu. Apapun yang terjadi dengan matahari, kita akan melihatnya 8 menit kemudian.

Matahari adalah bintang di tata-surya kita. Lebih jauh jarak suatu bintang dari bumi, waktu yang dibutuhkan sinar bintang tersebut untuk sampai di bumi bisa beberapa jam, hari, minggu, bulan bahkan tahun kemudian. Cahaya bintang yang berjarak ribuan tahun cahaya dari bumi, merupakan cahaya masa lalu, cahaya ribuan tahun lalu yang baru sampai ke bumi. Bisa jadi pada saat yang sama bintang tersebut sudah tiada. :D

Begitu juga dengan sinar matahari, sinarnya beberapa minggu, bulan, tahun lalu masih merambat di luar angkasa. Awal kejadian matahari hanya bisa dilihat dari jarak yang teramat jauh. Begitu juga dengan sejarah terbentuknya planet-planet yang mengitari matahari. Semua dapat dilihat dari jarak ribuan tahun cahaya dari matahari.

Andai saat ini kita bisa berada di suatu lokasi yang berjarak 1400 tahun cahaya dari matahari, tentulah kita akan melihat kejadian 1400 tahun yang lalu. Dan andai saat itu juga kita membawa teropong yang mampu menjangkau detail bumi, mungkin kita bisa melihat sesuatu yang sama-sama kita rindukan. Melihat Rasullullah.

Wallahu'alam.

Selasa, 16 September 2008

Para Pencari Tuhan Jilid 2 - SCTV

Saya dan keluarga sangat menyukai sinetron religi yang satu ini, Para Pencari Tuhan (PPT) Jilid 2 di SCTV. Kalau pagi hari dimulai sekitar pukul 3 pagi dan siaran ulangannya pukul 17.00 sore hari, menjelang berbuka.

Sinetron ini, menurut saya, sangat baik untuk tontonan keluarga. Selain lucu dan menghibur, dakwah yang disampaikan sangat mengena dan mudah dicerna, bahkan oleh anak-anak, tidak rumit. Keuntungan lain, anak-anak menjadi lebih mudah bangun saur karena ada tontonan lucu menghibur yang mereka tunggu-tunggu. Jangan heran kalau anak-anak bisa tertawa terbahak-bahak saat menonton acara ini, contohnya saat Baha, (Tora Sudiro), mantan pelaut yang masih suka mabuk, melantunkan azan dengan gaya rocker. Hahaha...

Ada juga pengurus RW dan staf-stafnya yang selalu bermasalah dengan warga, selalu mencari sela untuk menguras uang Pak Jalal (Jarwo Kwat), menutup kekurangan dengan cara agak bego. Atau peran si Udin, pegawai keamanan kampung yang disebut Baha dengan Kopasus. Atau orang Medan yang lain, si Asrul Dahlan, yang selalu memikat bila berbicara dengan logat Medan. Aneh bagi saya, dia memang Medan kali. Tapi saya rasa memang harus begitu karena si Asrul yang nama aslinya Asrul Dahlan bermarga Lubis.

Bang Jack (Dedy Mizwar) tentu tidak bisa dianggap enteng perannya. Selain sebagai duda dan penjual kembang, kegiatan bang Jack lebih banyak di seputar mushola At-Taufiq, tempat di mana ia dan ke-3 muridnya yang ex-preman tinggal. Diskusi ke-4 orang ini dan orang-orang disekitarnya selalu menarik untuk diambil nilainya.

Silahkan simak PPT2 pukul 03.00 pagi atau sore pukul 17.00 di SCTV.

Kamis, 04 September 2008

Manchester City dan Somalia

Beberapa hari terakhir ada kabar baru bahwa Manchester City beralih kepemilikan dari Thaksin Shinawatra ke Abu Dhabi United Group for Development and Investment dengan nilai jual 365 juta US dollar. Sekali lagi, 365 juta US dollar, bukan main besar uang yang digunakan untuk membeli satu klub sepakbola. Dr. Sulaiman Al Fahim, pemilik baru Manchester City juga berencana membeli Cristiano Ronaldo. Nilai uang yang akan dikucurkan sekitar 135 juta pounds (2,4 triliun rupiah).

Di negeri yang jauh, di Afrika, di kota yang bernama Mogadishu Somalia, saat ini tidak ada makanan mencukupi. Masjid-masjid di Mogadishu di bulan Ramadhan ini sepi, tidak ada kegiatan yang menyemarakkan bulan mulia ini. Tahun lalu para fakir miskin mendapatkan makanan dalam jumlah yang cukup dan mendapatkan keperluan lain yang mereka butuhkan. Namun, bulan Ramadhan kali ini tidak ada lagi lembaga amal yang menyediakan buka puasa. Mestinya nurani negara-negara Muslim terketuk melihat nestapa yang menimpa di Somalia.

Lalu apa hubungannya dengan Manchester City?

Tahukah rekan-rekan sekalian bahwa 2,5 persen saja dari 365 juta US dollar itu sama dengan 9,125 juta US dollar atau kalau dirupiahkan dengan kurs hari ini 9170 rupiah per dollar menjadi lebih dari 83 milyar rupiah. 83 milyar rupiah, bukankah itu jumlah uang yang cukup untuk membantu fakir miskin di Somalia atau fakir miskin di negeri lainnya?

Barangkali ia sudah menyalurkan 2,5 persen ke tempat lain atau ia bukan seorang muslim... Wallahu'alam

Senin, 01 September 2008

Ramadhan 1429H

Hari ini hari pertama Ramadhan 1429H, jam 9 pagi HP saya berbunyi, ternyata ada panggilan dari istri yang menyampaikan bahwa anak kami yang kedua, Bilqis, 6 tahun mengeluh haus dan lapar. Saya disuruh istri merayunya agar jangan segera berbuka. Hehehe.., padahal saat saur pagi tadi makannya cukup banyak, barangkali minumnya tidak banyak sehingga jam 9 sudah merasa haus. Cukup banyak tantangan dalam membimbing anak yang masih 6 tahun untuk berpuasa, meski tahun lalu semua dilalui dengan cukup mudah. Saat berumur 5 tahun, kami menerapkan puasa bertahap dengan janji diberi imbalan. Hari pertama Bilqis berbuka jam 9 pagi, jam 12 di hari kedua, jam 14 di hari ketiga dan hari keempat puasa penuh sampai akhir Ramadhan. :)

Sedikit tip untuk rekan-rekan dalam membimbing anak berpuasa :
- Lakukan bertahap, hari pertama sampai ketiga puasa setengah hari atau lebih, sisanya kalau dapat berpuasa penuh.
- Sedapatnya membangunkan anak-anak 1 jam sebelum waktu saur habis. Ini mencegah agar setelah saur anak-anak tidak terlalu lama menyambung tidurnya. Bangun dari tidur sehabis saur dapat menimbulkan rasa haus yang cukup mengganggu.
- Siapkan bacaan dan mainan yang disukai, agar anak-anak dapat mengalihkan perhatiannya kepada selain lapar dan haus.
- Tidur siang setelah pukul 15.00 dan bangun 1 jam menjelang saur akan sangat membantu.
- Mandi sore juga sangat membantu anak-anak agar kelihatan lebih segar sebelum berbuka. Saat mandi, anak-anak perlu diperhatikan agar tidak meminum air. :)
- Sedapatnya siapkan makanan dan minuman yang disukai anak-anak.
- Jangan lupa berikan imbalan bila anak-anak dapat berpuasa secara penuh hari ini.

Selamat menikmati tantangan dalam membimbing anak-anak berpuasa.

Saya juga harus kembali telepon ke rumah, siapa tahu anak saya Bilqis sedang asyik berbuka. Wah... :D

Senin, 25 Agustus 2008

Antara Dua Cinta - Raihan

Suatu keharusan bagi kita untuk mengkoreksi diri sendiri, apakah kita sudah bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tidak risau akan sesuatu yang belum kita miliki. :)
Seni lagu dan kata Raihan, Antara Dua Cinta, begitu mengetuk hati...

Apa yang ada jarang disyukuri, apa yang tiada sering dirisaukan...
Nikmat yang dikecap, barukan terasa, bila hilang...
Apa yang diburu, timbul rasa jemu... bila sudah di dalam genggaman...

Dunia ibarat air laut, diminum hanya menambah haus....
Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir..., panas yang membahang disangka air...

Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang, dilihat ada ditangkap hilang...

Tuhan leraikanlah dunia, yang mendiam di dalam hatiku...
Kerana di situ tidak ku mampu, mengumpul dua cinta...
hanya cintaMu kuharap tumbuh di bajai bangkai dunia yang kubunuh...

Selasa, 12 Agustus 2008

Pesawat Malaikat

Buroq, pesawat terbang malaikat berkecepatan sangat tinggi, pada peristiwa Isra' Mi'raj membawa Rasullullah SAW terbang dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha (sekitar 1200 kilometer), dilanjutkan terbang vertikal ke Sidrat Al-Muntaha yang jaraknya mungkin milyaran atau triliunan kilometer, dan kembali lagi ke bumi sebelum pagi tiba.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim demikian, "Diceritakan dari Abu Said Khudri r.a. bahwa Usaid bin Hudair pada suatu malam sedang membaca Alquran di suatu tempat dekat kandang kudanya, tiba-tiba kudanya melompat. Ia diam lalu membaca lagi dan kuda itu melompat pula. Sekali lagi ia diam, lalu membaca lagi dan sekali lagi kuda itu melompat. Usaid yang membaca Alquran itu berkata, "Oleh karena kuda itu melompat-lompat, maka saya takut kalau-kalau nanti menginjak kawanku yang bernama Yahya. Kemudian saya berdiri dan mendekati tempat kuda itu. Tiba-tiba ada suatu benda bagaikan naungan/payung yang ada di atas kepalaku, di dalamnya tampak bagaikan beberapa pelita bercahaya yang terus naik ke atas hingga saya tidak dapat melihatnya lagi. Paginya saya mendatangi tempat Rasulullah saw. dan berkata, "Ya Rasulullah! Semalam saya membaca Alquran di suatu tempat dekat kandang kudaku, tiba-tiba kudaku melompat. Rasulullah saw. bersabda, "Baca terus, hai anak Hudair." Usaid berkata, "Saya terus membaca, tetapi kudaku melompat lagi." Rasulullah saw. bersabda, "Baca terus, hai anak Hudair." Usaid berkata, "Saya terus membaca lagi, tetapi kudaku melompat pula." Rasulullah saw. bersabda, "Baca terus, hai anak Hudair." Usaid berkata, "Tidak, lalu saya bangkit, sebab Yahya tidur di dekat kuda itu dan saya takut kudaku itu menginjaknya. Selanjutnya saya melihat seolah-olah seperti naungan/payung yang di dalamnya ada beberapa pelita bercahaya, naik ke atas hingga saya tidak dapat melihatnya lagi." Rasulullah saw. lalu bersabda, "Itu adalah malaikat yang mendengarkan bacaanmu. Andaikata engkau membacanya terus sampai pagi, niscaya orang-orang dapat melihat sesuatu yang hingga kini masih terselubung bagi mereka itu."

Sabda Rasullullah yang berbunyi, "Andaikata engkau membacanya terus sampai pagi, niscaya orang-orang dapat melihat sesuatu yang hingga kini masih terselubung bagi mereka itu", menunjukkan bahwa pesawat malaikat ini dapat dilihat oleh manusia.

Apakah itu berarti bahwa pesawat UFO adalah pesawat malaikat? Wallahu'alam.

Rabu, 02 Juli 2008

Kambing, Uang Dinar dan Uang Kertas

Hari ini 1 dinar bernilai berkisar Rp. 1.200.362, sekitar satu juta dua ratus ribu rupiah dan 1 dirham bernilai Rp. 38.489 atau sekitar tiga puluh delapan ribu rupiah. Dinar yang saya ceritakan di sini bukan dinar Iraq yang terbuat dari kertas, tapi dinar yang terbuat dari emas 22 karat, seberat 4,5 gram, diameter 23 milimeter. Dirham terbuat dari perak murni seberat 2,975 gram.

Ingat beberapa tahun lalu, seekor kambing dijual seharga Rp. 450.000, tahun lalu sudah menjadi Rp.750.000, tahun ini mungkin sudah Rp. 900.000 sampai Rp. 1 juta. Dari tahun ke tahun harga kambing terus meningkat, begitu juga dengan harga barang dan jasa lainnya, termasuk di dalamnya harga properti.

Tahukah sahabat bahwa harga seekor kambing yang bagus pada jaman Rasulullah SAW sekitar 1 dinar, harga seekor ayam 1 dirham. Itu artinya, harga kambing dan ayam sampai hari ini tetap 1 dinar dan 1 dirham, nilainya tidak berubah sejak jaman Rasulullah SAW, tahun 600-an, sejak 1400 tahun lalu!

Bagaimana dengan rupiah? Bagaimana dengan dollar? Kenapa dibuat dari kertas? Tahukah sahabat bahwa untuk mencetak uang kertas 100 dollar dibutuhkan modal hanya 45 cent dollar atau sekitar 4500 rupiah. Itu artinya uang kertas 100 US Dollar atau sekitar 950 ribu rupiah, nilainya sebenarnya hanya 4500 rupiah. Lalu, berapa nilai uang rupiah 100 ribu kita sebenarnya? Hahaha...

Mari ramai-ramai beralih ke dinar emas... Berminat? Silahkan kunjungi http://wakalasauqi.blogspot.com.

Rabu, 07 Mei 2008

Wudhu dan Neti Pot

Saat ber-wudhu disyariatkan untuk istinsyaaq, menghirup dan mengeluarkan air dari hidung sebanyak 3 kali. Menghirup dan mengeluarkan air dari hidung ini bertujuan untuk membersihkan hidung dari debu dan mikroba. Mikroba? O...iya, mikroba, saat bernafas segala makhluk kecil akan terhirup masuk ke dalam hidung, sebagian akan tersaring oleh bulu-bulu halus di dalam hidung, yang tidak tersaring, masuk dan tersimpan di dalam rongga hidung. Ops... dan mikroba ini dapat berkembang biak, cepat lambat akan menimbulkan penyakit. Wah...

Sholat 5 waktu berarti membersihkan bagian dalam hidung 3x5 = 15 kali sehari, luar biasa ya...

Terus, apa hubungannya dengan Neti Pot? Neti Pot pertama sekali saya lihat di acara Oprah Winfrey di MetroTV. Meski bukan penggemar Oprah, apa yang dibahas saat itu sangat menarik perhatian saya. Neti Pot yang terlihat di sini terbuat dari bahan keramik. Neti Pot dapat juga dibuat dari bahan plastik, gelas atau metal. Neti Pot diperkenalkan sebagai alat bantu untuk memasukkan air hangat yang telah dicampur sedikit garam ke dalam hidung. Tujuannya adalah membersihkan bagian dalam hidung pada area yang disebut nasal cavity. Teknik pembersihan hidung ini disebut dengan nasal irigation.

Beragam manfaat yang diperoleh dari pembersihan hidung ini, antara lain, menghilangkan bau yang disebabkan oleh mikroba, mengobati sinusitis kronis, mengobati alergi, mencegah flu, dan banyak lagi, sila lihat di sini.

Kesimpulannya bahwa sebelum sholat saja, masih bagian wudhu-nya dan sub-bagian membersihkan hidung, sudah sangat bermanfaat bagi kesehatan, apalagi sholat secara keseluruhan. AlhamduLillah...

Selasa, 06 Mei 2008

Berburu Pahala di Rumah Zakat

Saya tidak perlu banyak komentar, Rumah Zakat memang luar biasa. Terbuka kesempatan bagi kita untuk mendapatkan pahala yang Insya Allah luar biasa juga. Donasikan berapapun dari sebagian harta yang kita miliki. Berapa saja, Insya Allah bermanfaat.

BCA - 094 301 6001 an. Yayasan Ummul Quro
Mandiri - 132000 481 974 5 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
PermataBank Syariah - 377 100 1555 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
Bank Syariah Mandiri - 125 00155 55 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
Bank BNI Syariah - 155 555 5589 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
Bank Niaga Syariah - 5200 100 131 005 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
Bank Muamalat Indonesia - 101 00361 15 an RZI QQ SBU Qurban
LippoBank Syariah - 902 70 90005 5 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia
Bank Mega Syariah - 00010 02 000023 05 an. Yayasan Rumah Zakat Indonesia

Berapapun donasi kita ya sahabat, Isya Allah bermanfaat bagi ummat. :D

Jumat, 10 Agustus 2007

ISRA' MI'RAJ

BESOK 27 RAJAB 1428H, ISRA' MI'RAJ.

ALLAH SWT. berfirman dalam surah AL ISRAA' ayat 1 :
1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

AL ISRAA' artinya MEMPERJALANKAN DI MALAM HARI.
Perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Makkah ke Bayt Al-Maqdis, kemudian naik ke Sidrat Al-Muntaha, bahkan melampauinya, serta kembalinya ke Makkah dalam waktu sangat singkat menjadi bahan perbincangan dari masa ke masa. Sampai detik ini banyak orang muslim beranggapan bahwa cerita itu hanya dongeng semata. Pada jaman Rasulullah perjalanan dari Mekkah ke Bayt Al-Maqdis di Palestina memakan waktu berminggu-minggu bahkan bulan. Adapun jarak udara (garis lurus) dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha sekitar 1233 kilometer. Lama waktu tempuh ini selain disebabkan oleh musim selama perjalanan juga alat transportasi yang masih menggunakan unta dan kuda. Melihat kondisi yang demikian wajar bagi masyarakat saat itu, perjalanan Rasulullah dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha dilanjutkan ke Sidrat Al-Muntaha dalam waktu singkat sangat sulit untuk dipercaya.

Penemuan pesawat terbang menyebabkan perjalanan jarak jauh dapat ditempuh dalam waktu singkat, saat ini jarak Medan - Jakarta sekitar 1800 kilometer dapat ditempuh hanya dalam waktu 2 jam dengan kecepatan rata-rata pesawat sekitar 900 km/jam. Kecepatan pesawat terbang saat ini sudah dapat melampaui kecepatan suara sekitar 340 meter/detik atau sekitar 12240 kilometer/jam. Pesawat terbang supersonik bahkan dapat terbang 2 sampai 3 kali kecepatan suara. Para ilmuwan saat ini sedang mencari cara agar dapat terbang mendekati atau sama-dengan kecepatan cahaya. Dengan begitu tidak dibutuhkan bertahun-tahun untuk pergi ke suatu planet atau galaksi yang jaraknya 1 tahun cahaya atau lebih. :) 1 tahun cahaya sama-dengan 1*365hari*24jam*60menit*60detik*300000 kilometer, tepatnya 9.460.800.000.000 kilometer (9460 milyar kilometer). Sangat jauh...

Malaikat-malaikat terbang dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya, simak dalam surah Al Mursalaat 1,2 :
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan,
2. dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya

dan surah Al Ma'aarij 4 :
4. Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.

Bahwa malaikat-malaikat dan Jibril menuju ALLAH SWT. dalam sehari (24 jam) yang kadarnya 50000 tahun cahaya. Itu berarti dalam 1 detik malaikat-malaikat dapat terbang 50000(tahun)/24*60*60(detik)= 0.5787037 tahun cahaya/detik atau setara dengan 18249999.8832 detik cahaya atau sama-dengan 5.474.999.964.960 kilometer/detik.

Tertulis juga pada An Naazi'aat 3,4 :
3. dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat,
4. dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang,


ALLAH SWT. menciptakan malaikat-malaikat dari cahaya, Rasulullah beserta malaikat Jibril terbang pada malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha dengan kecepatan cahaya dengan mengendarai Buraq yang artinya cahaya kilat, dilanjutkan terbang vertikal menuju ke Sidrat Al-Muntaha. Terbang dengan kecepatan cahaya bagi malaikat adalah hal yang biasa tapi bagi Rasulullah dibutuhkan perlindungan fisik yang sangat maksimal, ALLAH SWT. berfirman dalam surah AL ISRAA' ayat 1 :

1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.