Sai Baba, siapa yang tak kenal orang yang satu ini, sebuah buku menyebutnya "Dajjal dari Khurasan". Disebut demikian karena Sai Baba konon dapat mengeluarkan linggam dari mulutnya, serbuk putih dari tangannya, dan benda-benda lainnya. Beberapa rumah orang India di dekat kediaman kami menempelkan foto Sai Baba yang cukup besar di depan rumahnya, mungkin dengan maksud agar terlindung dari mara-bahaya. Beberapa pengikutnya mengganggap Sai Baba turunan dewa, bahkan katanya mesias yang ditunggu-tunggu.
Tapi tunggu dulu, benarkah Sai Baba dapat melakukan semua itu, mengeluarkan linggam dari mulutnya, mengeluarkan serbuk seperti tepung dari tangannya, dan lain-lain. Coba simak video berikut...
Hmm..., trik sederhana ternyata mampu menipu begitu banyak orang. Oooo... Sai Baba, sampai hatimu... :)
Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan
Selasa, 26 Agustus 2008
Rabu, 06 Agustus 2008
Percakapan Adam Air
Mulanya saya mengira bahwa Adam Air yang jatuh di Majene, Sulawesi tahun lalu benar disebabkan oleh human error, kesalahan manusia. Tapi setelah mendengar suara percakapan 5 menit terakhir antara pilot, co-pilot dan Air Traffic Control, kesan human error menjadi berkurang. Apalagi setelah mendapat penjelasan lebih jauh dari pilot senior, bapak Randy Sasmita yang menjelaskan tentang isi pembicaraan dan keadaan cockpit, makin menguatkan pendapat bahwa Adam Air yang jatuh di Majene murni sebab oleh perangkat pesawat yang error. Sehingga pesawat saat itu 'melanglang buana...'.
Lalu, apakah suara pada rekaman itu suara pilot Refri Agustian Widodo dan co-pilot Yoga Susanto? Coba simak lagi video berikut :
Lalu, mana yang benar? KNKT-kah, yang menyatakan human-error? Atau yang baru kita dengar dan lihat sendiri?
Saya tentu memilih yang terakhir.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..., mudah-mudahan khusnul khotimah.
Lalu, apakah suara pada rekaman itu suara pilot Refri Agustian Widodo dan co-pilot Yoga Susanto? Coba simak lagi video berikut :
Lalu, mana yang benar? KNKT-kah, yang menyatakan human-error? Atau yang baru kita dengar dan lihat sendiri?
Saya tentu memilih yang terakhir.
Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..., mudah-mudahan khusnul khotimah.
Selasa, 24 Juni 2008
Brown Energy?
Pada video Liputan6 yang berjudul "Menghemat BBM dengan Brown Energy", beberapa orang pada video itu meng-klaim menemukan Brown Energy. Ditampilkan juga bentuk alat Brown Energy yang ditemukan berupa toples dengan elektroda dan kumparan. Bahan yang digunakan adalah air dan baking soda. Yang membuat saya tidak bangga adalah alat yang ditunjukkan pada video itu merupakan alat yang diproduksi oleh Water4gas.com. Selain itu, Brown Energy atau Brown Gas atau HHO Gas dan yang sejenisnya merupakan penemuan lama, bukan penemuan baru seperti yang di-klaim pada video tersebut. Yull Brown merupakan salah seorang inventor yang mengembangkan mesin yang dapat mengubah air menjadi gas hidrogen dan oksigen yang tercampur, yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin.
Bagaimana cara membuat alat penghasil Brown/HHO/Hidrogen gas yang baik? Silahkan rekan-rekan klik di energiair.blogspot.com.
Mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi 'pakar-pakar' gadungan yang mengaku menemukan sesuatu, padahal sesuatu itu sudah lama ditemukan oleh orang lain.
Malu...
Kamis, 19 Juni 2008
Blue Energy (?)
Lagi, Djoko Suprapto mempertontonkan bahwa pembangkit listrik buatan beliau, yang diberi nama Jodhipati, bekerja dengan 'baik'. Teknologi yang diterapkan 'katanya' mengacu pada teori massa dan cahaya. Saya pribadi tidak mempercayai temuan blue energy ini, apalagi teori yang ada dibaliknya.
Air sebagai bahan bakar? Ini dia, kalau yang ini baru saya percaya. Tentu banyak orang mencemooh ide ini, bagaimana mungkin air yang biasanya memadamkan api berbalik menjadi bahan bakar. Hmm, bener juga ya, tapi ide dasarnya sebenarnya sangat sederhana. Air murni atau H2O memiliki 2 unsur di dalamnya, unsur Hidrogen dan Oksigen. Kedua unsur ini dapat dengan mudah dilepas dengan menggunakan energi listrik. Unsur Hidrogen merupakan unsur yang sangat mudah terbakar, unsur inilah yang digunakan sebagai sumber energi baru.
Beberapa pakar fisika, termasuk dari Universitas Gajah Mada, meragukan bahwa gas Hidrogen dapat dihasilkan dengan cara yang sederhana. Menurut mereka, untuk melepas unsur Hidrogen dan Oksigen dari air, dibutuhkan energi yang sangat besar. Namun dalam kenyataannya, dengan hanya menggunakan 12 volt batere, dibantu dengan beberapa plat stainless-steel yang masing-masing diberi tegangan positif dan negatif, mampu dihasilkan gas Hidrogen dan Oksigen yang sangat banyak. Para praktisi energi alternatif di luar sana menyebut gas hasil produksi ini sebagai gas HHO, ada juga yang menyebutnya Brown Gas, mengambil nama dari seorang inventor energi alternatif.
Lalu bagaimana gas ini dapat bermanfaat? Gas HHO ini dapat langsung dimasukkan ke ruang pembakaran mesin lewat karburator dan mampu menghidupkan mesin. Mesin akan mati bila aliran gas berhenti, apakah disebabkan oleh air yang berkurang atau kehabisan batere. Kehabisan betere? Ya, karena cara kerjanya tetap merupakan peralihan energi, energi batere menghasilkan gas dan gas dibakar untuk menggerakkan mesin.
Bagaimana agar gas tetap diproduksi, mesin tetap hidup dan batere tidak habis? Jawabannya sederhana, batere hanya sebagai starter untuk menghidupkan generator listrik, listrik yang dihasilkan sebagian untuk men-charge batere, sebagian lagi untuk menghasilkan gas HHO, sebagian yang lain dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ups.
Terus, bagaimana cara lengkap membuat alat pembangkit gas HHO ini? Langsung saja masuk ke energiair.blogspot.com.
Terus, masalah blue energy-nya pak Djoko bagaimana?
Ma'af kalau saya tidak percaya...
Air sebagai bahan bakar? Ini dia, kalau yang ini baru saya percaya. Tentu banyak orang mencemooh ide ini, bagaimana mungkin air yang biasanya memadamkan api berbalik menjadi bahan bakar. Hmm, bener juga ya, tapi ide dasarnya sebenarnya sangat sederhana. Air murni atau H2O memiliki 2 unsur di dalamnya, unsur Hidrogen dan Oksigen. Kedua unsur ini dapat dengan mudah dilepas dengan menggunakan energi listrik. Unsur Hidrogen merupakan unsur yang sangat mudah terbakar, unsur inilah yang digunakan sebagai sumber energi baru.
Beberapa pakar fisika, termasuk dari Universitas Gajah Mada, meragukan bahwa gas Hidrogen dapat dihasilkan dengan cara yang sederhana. Menurut mereka, untuk melepas unsur Hidrogen dan Oksigen dari air, dibutuhkan energi yang sangat besar. Namun dalam kenyataannya, dengan hanya menggunakan 12 volt batere, dibantu dengan beberapa plat stainless-steel yang masing-masing diberi tegangan positif dan negatif, mampu dihasilkan gas Hidrogen dan Oksigen yang sangat banyak. Para praktisi energi alternatif di luar sana menyebut gas hasil produksi ini sebagai gas HHO, ada juga yang menyebutnya Brown Gas, mengambil nama dari seorang inventor energi alternatif.
Lalu bagaimana gas ini dapat bermanfaat? Gas HHO ini dapat langsung dimasukkan ke ruang pembakaran mesin lewat karburator dan mampu menghidupkan mesin. Mesin akan mati bila aliran gas berhenti, apakah disebabkan oleh air yang berkurang atau kehabisan batere. Kehabisan betere? Ya, karena cara kerjanya tetap merupakan peralihan energi, energi batere menghasilkan gas dan gas dibakar untuk menggerakkan mesin.
Bagaimana agar gas tetap diproduksi, mesin tetap hidup dan batere tidak habis? Jawabannya sederhana, batere hanya sebagai starter untuk menghidupkan generator listrik, listrik yang dihasilkan sebagian untuk men-charge batere, sebagian lagi untuk menghasilkan gas HHO, sebagian yang lain dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ups.
Terus, bagaimana cara lengkap membuat alat pembangkit gas HHO ini? Langsung saja masuk ke energiair.blogspot.com.
Terus, masalah blue energy-nya pak Djoko bagaimana?
Ma'af kalau saya tidak percaya...
Langganan:
Postingan (Atom)