Senin, 25 Agustus 2008

Antara Dua Cinta - Raihan

Suatu keharusan bagi kita untuk mengkoreksi diri sendiri, apakah kita sudah bersyukur dengan apa yang kita miliki dan tidak risau akan sesuatu yang belum kita miliki. :)
Seni lagu dan kata Raihan, Antara Dua Cinta, begitu mengetuk hati...

Apa yang ada jarang disyukuri, apa yang tiada sering dirisaukan...
Nikmat yang dikecap, barukan terasa, bila hilang...
Apa yang diburu, timbul rasa jemu... bila sudah di dalam genggaman...

Dunia ibarat air laut, diminum hanya menambah haus....
Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir..., panas yang membahang disangka air...

Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang, dilihat ada ditangkap hilang...

Tuhan leraikanlah dunia, yang mendiam di dalam hatiku...
Kerana di situ tidak ku mampu, mengumpul dua cinta...
hanya cintaMu kuharap tumbuh di bajai bangkai dunia yang kubunuh...

Minggu, 17 Agustus 2008

Merdeka !! Merdeka?

Hari ini 17 Agustus 2008, Indonesia 63 tahun. Pagi, sekitar pukul 6 pagi saya menyiapkan bendera merah putih untuk dikibarkan. Bendera yang tidak besar ukurannya sudah 1 tahun tidak dikibarkan, masih bagus, terlipat rapi. Tiang benderanya berupa pipa aluminium tidak terpakai sepanjang 3 meter. Hanya dibutuhkan 5 menit untuk mengikat bendera ke tiang, 5 menit berikutnya bendera merah putih sudah terpancang ditiang besi atas pagar rumah. Saya sangat mencintai negeri ini, tanah air kita ini. Mungkin karena ayah saya yang seorang purnawirawan ABRI, sejak kecil mengajarkan kami, anak-anaknya, untuk tetap menghargai para pejuang, para pembela negara. Saya sendiri sangat suka dengan cerita perjuangan Pak Dirman (Jendral Sudirman) yang dalam keadaan sakit sekalipun tetap berjuang, keluar masuk hutan, bergerilya, hingga ajal menjemput. Saya teringat akan ibu yang pernah bercerita tentang ayahnya, kakek saya. Bahwa ayah ibu, saat hidupnya adalah seorang komandan Mobrig, mungkin sekarang Brimob. Di malam sebelum gugurnya, saat maghrib tiba beliau pulang ke rumah dan bercerita bahwa di sekitar kampung ada banyak orang berkumpul memakai sarung dengan cara yang tidak biasa, bagian bawah sarung di lipat ke atas. Saat itu tempat penjagaan ditinggal kakek dan rekan-rekan untuk kembali sejenak ke rumah. Setelah berkumpul dengan istri dan anak-anaknya, beliau meminta semua foto dirinya dikumpulkan, dan dibakar. Beliau juga meminta satu-satunya foto yang disembunyikan ibu. Selesai membakar semua foto dan mencium anak-anaknya, beliau kembali ke rumah penjagaan. Malam itu, sangat mencekam, nenek, ibu dan adik-adik harus tidur di bawah tempat tidur, karena khawatir terkena peluru nyasar. Suara letusan senjata malam itu terdengar berkali-kali... Semua khawatir sesuatu terjadi atas kakek...

Keesokan harinya apa yang dikhawatirkan keluarga benar-benar terjadi, terdengar berita duka bahwa kakek telah tiada, 3 peluru menembus tubuhnya...

Merdeka? Memang betul bahwa hari ini kita bebas dari penjajah negeri seperti Belanda dan Jepang. Tapi apakah bangsa kita sudah merdeka dari penjajah budaya, penjajah ekonomi, penjajah akhlak? Belum sama sekali... Bangsa ini, bila dibiarkan akan menemui kehancurannya, menjadi negeri miskin tidak berakhlak. Tahukah rekan-rekan sekalian, bahwa begitu banyak rakyat Indonesia yang masih kelaparan hari ini? Detik ini? Tahukah rekan-rekan sekalian bahwa detik ini juga banyak remaja negeri ini sudah terkontaminasi oleh budaya asing, bertindak asing, bergaul dengan cara-cara yang asing? Banyak remaja dan pemuda kehilangan jati dirinya, melupakan agamanya, melupakan Islam.

Kita tidak bisa juga memungkiri bahwa remaja-remaja kita saat ini akan menjadi pemimpin Indonesia 20-30 tahun ke depan. Bagaimana bila ianya memimpin dengan cara-cara asing, keras, licik, bergaul bebas? Bisa kita bayangkan bagaimana rakyat yang akan dipimpinnya... akan lebih miskin dan lebih menderita. Hari ini, orang-orang tidak berilmu dan tidak berakhlak berlomba-lomba menjadi politikus. Sikut sini dan sana untuk memuaskan nafsunya yang rakus. Begitu juga orang-orang yang merasa berilmu, bergelar Master, Doctor, namun miskin akhlak, sangat bernafsu menguasai negeri.

Sementara orang-orang baik, berilmu dan berakhlak banyak yang tidak suka berpolitik, tidak ambisius dan cenderung pasif. Ayo !!! Bangkitlah sahabat-sahabatku, yang berilmu dan berakhlak. Mari rebut Indonesia ini dari tangan orang-orang yang tidak adil dan tidak amanah. Bangkitlah menjadi pemimpin apa saja, bangkit, bangkitlah sahabat-sahabatku... agar bangsa ini bisa lebih MERDEKA...

Selasa, 12 Agustus 2008

Pesawat Malaikat

Buroq, pesawat terbang malaikat berkecepatan sangat tinggi, pada peristiwa Isra' Mi'raj membawa Rasullullah SAW terbang dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha (sekitar 1200 kilometer), dilanjutkan terbang vertikal ke Sidrat Al-Muntaha yang jaraknya mungkin milyaran atau triliunan kilometer, dan kembali lagi ke bumi sebelum pagi tiba.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim demikian, "Diceritakan dari Abu Said Khudri r.a. bahwa Usaid bin Hudair pada suatu malam sedang membaca Alquran di suatu tempat dekat kandang kudanya, tiba-tiba kudanya melompat. Ia diam lalu membaca lagi dan kuda itu melompat pula. Sekali lagi ia diam, lalu membaca lagi dan sekali lagi kuda itu melompat. Usaid yang membaca Alquran itu berkata, "Oleh karena kuda itu melompat-lompat, maka saya takut kalau-kalau nanti menginjak kawanku yang bernama Yahya. Kemudian saya berdiri dan mendekati tempat kuda itu. Tiba-tiba ada suatu benda bagaikan naungan/payung yang ada di atas kepalaku, di dalamnya tampak bagaikan beberapa pelita bercahaya yang terus naik ke atas hingga saya tidak dapat melihatnya lagi. Paginya saya mendatangi tempat Rasulullah saw. dan berkata, "Ya Rasulullah! Semalam saya membaca Alquran di suatu tempat dekat kandang kudaku, tiba-tiba kudaku melompat. Rasulullah saw. bersabda, "Baca terus, hai anak Hudair." Usaid berkata, "Saya terus membaca, tetapi kudaku melompat lagi." Rasulullah saw. bersabda, "Baca terus, hai anak Hudair." Usaid berkata, "Saya terus membaca lagi, tetapi kudaku melompat pula." Rasulullah saw. bersabda, "Baca terus, hai anak Hudair." Usaid berkata, "Tidak, lalu saya bangkit, sebab Yahya tidur di dekat kuda itu dan saya takut kudaku itu menginjaknya. Selanjutnya saya melihat seolah-olah seperti naungan/payung yang di dalamnya ada beberapa pelita bercahaya, naik ke atas hingga saya tidak dapat melihatnya lagi." Rasulullah saw. lalu bersabda, "Itu adalah malaikat yang mendengarkan bacaanmu. Andaikata engkau membacanya terus sampai pagi, niscaya orang-orang dapat melihat sesuatu yang hingga kini masih terselubung bagi mereka itu."

Sabda Rasullullah yang berbunyi, "Andaikata engkau membacanya terus sampai pagi, niscaya orang-orang dapat melihat sesuatu yang hingga kini masih terselubung bagi mereka itu", menunjukkan bahwa pesawat malaikat ini dapat dilihat oleh manusia.

Apakah itu berarti bahwa pesawat UFO adalah pesawat malaikat? Wallahu'alam.

Menguji Air Tanah

Cara menguji apakah air tanah kita baik untuk dikonsumsi atau tidak dapat digunakan cara sederhana warisan orang-orang tua. Caranya mudah, tampung air tanah, apakah dari sumur biasa atau dari sumur bor ke dalam gelas bening. Siapkan 2 sendok makan bubuk teh, tanpa gula. Masukkan bubuk teh ke dalam gelas, lalu aduk. Hasilnya? Bila air menjadi hitam seperti kopi atau lebih hitam lagi, artinya air tidak dapat digunakan untuk makan dan minum, para praktisi sumur bor mengatakan 'banyak zat besi'. Namun, bila air hasil campuran berwarna seperti air teh biasa, artinya air dapat dikonsumsi dengan terlebih dahulu memasaknya. :) Kadar besi yang tinggi akan menimbulkan warna karat pada lantai. Atau bila digunakan untuk mencuci akan membuat warna pakaian menjadi tidak cerah. Untuk mengurangi kadar besi ini dapat digunakan saringan air, berupa pipa paralon 6 inchi setinggi 1.5 meter yang diisi dengan pasir, batu kerikil, arang dan ijuk. :D

Rabu, 06 Agustus 2008

Percakapan Adam Air

Mulanya saya mengira bahwa Adam Air yang jatuh di Majene, Sulawesi tahun lalu benar disebabkan oleh human error, kesalahan manusia. Tapi setelah mendengar suara percakapan 5 menit terakhir antara pilot, co-pilot dan Air Traffic Control, kesan human error menjadi berkurang. Apalagi setelah mendapat penjelasan lebih jauh dari pilot senior, bapak Randy Sasmita yang menjelaskan tentang isi pembicaraan dan keadaan cockpit, makin menguatkan pendapat bahwa Adam Air yang jatuh di Majene murni sebab oleh perangkat pesawat yang error. Sehingga pesawat saat itu 'melanglang buana...'.



Lalu, apakah suara pada rekaman itu suara pilot Refri Agustian Widodo dan co-pilot Yoga Susanto? Coba simak lagi video berikut :



Lalu, mana yang benar? KNKT-kah, yang menyatakan human-error? Atau yang baru kita dengar dan lihat sendiri?

Saya tentu memilih yang terakhir.

Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..., mudah-mudahan khusnul khotimah.

Rabu, 02 Juli 2008

Kambing, Uang Dinar dan Uang Kertas

Hari ini 1 dinar bernilai berkisar Rp. 1.200.362, sekitar satu juta dua ratus ribu rupiah dan 1 dirham bernilai Rp. 38.489 atau sekitar tiga puluh delapan ribu rupiah. Dinar yang saya ceritakan di sini bukan dinar Iraq yang terbuat dari kertas, tapi dinar yang terbuat dari emas 22 karat, seberat 4,5 gram, diameter 23 milimeter. Dirham terbuat dari perak murni seberat 2,975 gram.

Ingat beberapa tahun lalu, seekor kambing dijual seharga Rp. 450.000, tahun lalu sudah menjadi Rp.750.000, tahun ini mungkin sudah Rp. 900.000 sampai Rp. 1 juta. Dari tahun ke tahun harga kambing terus meningkat, begitu juga dengan harga barang dan jasa lainnya, termasuk di dalamnya harga properti.

Tahukah sahabat bahwa harga seekor kambing yang bagus pada jaman Rasulullah SAW sekitar 1 dinar, harga seekor ayam 1 dirham. Itu artinya, harga kambing dan ayam sampai hari ini tetap 1 dinar dan 1 dirham, nilainya tidak berubah sejak jaman Rasulullah SAW, tahun 600-an, sejak 1400 tahun lalu!

Bagaimana dengan rupiah? Bagaimana dengan dollar? Kenapa dibuat dari kertas? Tahukah sahabat bahwa untuk mencetak uang kertas 100 dollar dibutuhkan modal hanya 45 cent dollar atau sekitar 4500 rupiah. Itu artinya uang kertas 100 US Dollar atau sekitar 950 ribu rupiah, nilainya sebenarnya hanya 4500 rupiah. Lalu, berapa nilai uang rupiah 100 ribu kita sebenarnya? Hahaha...

Mari ramai-ramai beralih ke dinar emas... Berminat? Silahkan kunjungi http://wakalasauqi.blogspot.com.

Selasa, 24 Juni 2008

Energi Air dan Angin

Dengan memanfaatkan aliran air kita bisa menghasilkan listrik murah dan bersih:


Berikut gambaran komplit turbin angin :


Selamat berkarya...

Brown Energy?

Pada video Liputan6 yang berjudul "Menghemat BBM dengan Brown Energy", beberapa orang pada video itu meng-klaim menemukan Brown Energy. Ditampilkan juga bentuk alat Brown Energy yang ditemukan berupa toples dengan elektroda dan kumparan. Bahan yang digunakan adalah air dan baking soda.

Yang membuat saya tidak bangga adalah alat yang ditunjukkan pada video itu merupakan alat yang diproduksi oleh Water4gas.com. Selain itu, Brown Energy atau Brown Gas atau HHO Gas dan yang sejenisnya merupakan penemuan lama, bukan penemuan baru seperti yang di-klaim pada video tersebut. Yull Brown merupakan salah seorang inventor yang mengembangkan mesin yang dapat mengubah air menjadi gas hidrogen dan oksigen yang tercampur, yang dapat digunakan untuk menjalankan mesin.

Bagaimana cara membuat alat penghasil Brown/HHO/Hidrogen gas yang baik? Silahkan rekan-rekan klik di energiair.blogspot.com.

Mudah-mudahan ke depannya tidak ada lagi 'pakar-pakar' gadungan yang mengaku menemukan sesuatu, padahal sesuatu itu sudah lama ditemukan oleh orang lain.
Malu...

Kamis, 19 Juni 2008

Water Fuel Cell

Beberapa hari lalu satu TV swasta menyiarkan berita tentang mobil tenaga air. Mobil buatan perusahaan Jepang yang bernama Genepax ini dapat ditenagai oleh air apa saja, mulai dari air murni (H2O) sampai air teh. :) Begitulah menurut sang pembaca berita.

Setelah menemukan web-site Genepax, saya mencoba melihat mekanisme kerja alat yang disingkat WES ini. WES maksudnya Water Energy System. Senang sekali membaca tulisan pembukanya, "Water is our energy solution". Betul, saya juga berharap air akan menjadi solusi pembangkit energi. Dengan begitu kita tidak akan diributkan dengan global warming karena energi berbahan air ini tidak mencemari udara sebab hasil akhirnya juga air.

Meski mekanisme kerja WES dalam bahasa Inggris masih 'coming soon', namun dari gambar mekanisme kerja dalam bahasa Jepang saya menduga WES menggunakan teknik Water Fuel Cell. Teknik Water Fuel Cell cara kerjanya mengubah dari air menjadi unsur Hidrogen dan Oksigen yang selanjutnya dialirkan ke Fuel Cell. Listrik yang dihasilkan setiap sel dihubung serikan untuk mendapat nilai voltase yang besar. Buangan proses ini adalah air. Teknik ini sebenarnya sudah dikenal cukup lama, namun menjadi bahan pembicaraan setelah harga minyak dunia membumbung tinggi.

Mudah-mudahan peralatan WES dan WES-WES lainnya suatu saat dapat diaplikasikan pada semua peralatan elektronik rumah tangga. Selain murah, keluarga kita juga sehat, karena tidak ada polusi, tidak ada global warming. :)

Blue Energy (?)

Lagi, Djoko Suprapto mempertontonkan bahwa pembangkit listrik buatan beliau, yang diberi nama Jodhipati, bekerja dengan 'baik'. Teknologi yang diterapkan 'katanya' mengacu pada teori massa dan cahaya. Saya pribadi tidak mempercayai temuan blue energy ini, apalagi teori yang ada dibaliknya.

Air sebagai bahan bakar? Ini dia, kalau yang ini baru saya percaya. Tentu banyak orang mencemooh ide ini, bagaimana mungkin air yang biasanya memadamkan api berbalik menjadi bahan bakar. Hmm, bener juga ya, tapi ide dasarnya sebenarnya sangat sederhana. Air murni atau H2O memiliki 2 unsur di dalamnya, unsur Hidrogen dan Oksigen. Kedua unsur ini dapat dengan mudah dilepas dengan menggunakan energi listrik. Unsur Hidrogen merupakan unsur yang sangat mudah terbakar, unsur inilah yang digunakan sebagai sumber energi baru.

Beberapa pakar fisika, termasuk dari Universitas Gajah Mada, meragukan bahwa gas Hidrogen dapat dihasilkan dengan cara yang sederhana. Menurut mereka, untuk melepas unsur Hidrogen dan Oksigen dari air, dibutuhkan energi yang sangat besar. Namun dalam kenyataannya, dengan hanya menggunakan 12 volt batere, dibantu dengan beberapa plat stainless-steel yang masing-masing diberi tegangan positif dan negatif, mampu dihasilkan gas Hidrogen dan Oksigen yang sangat banyak. Para praktisi energi alternatif di luar sana menyebut gas hasil produksi ini sebagai gas HHO, ada juga yang menyebutnya Brown Gas, mengambil nama dari seorang inventor energi alternatif.

Lalu bagaimana gas ini dapat bermanfaat? Gas HHO ini dapat langsung dimasukkan ke ruang pembakaran mesin lewat karburator dan mampu menghidupkan mesin. Mesin akan mati bila aliran gas berhenti, apakah disebabkan oleh air yang berkurang atau kehabisan batere. Kehabisan betere? Ya, karena cara kerjanya tetap merupakan peralihan energi, energi batere menghasilkan gas dan gas dibakar untuk menggerakkan mesin.

Bagaimana agar gas tetap diproduksi, mesin tetap hidup dan batere tidak habis? Jawabannya sederhana, batere hanya sebagai starter untuk menghidupkan generator listrik, listrik yang dihasilkan sebagian untuk men-charge batere, sebagian lagi untuk menghasilkan gas HHO, sebagian yang lain dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ups.

Terus, bagaimana cara lengkap membuat alat pembangkit gas HHO ini? Langsung saja masuk ke energiair.blogspot.com.

Terus, masalah blue energy-nya pak Djoko bagaimana?

Ma'af kalau saya tidak percaya...