Saat gempa bumi terjadi dari pusat gempa akan dihasilkan gelombang gempa awal yang dikenal dengan primary wave atau P-wave. Gelombang P-wave bergerak cepat dengan teknik merapat dan merenggang. Gelombang ini tidak begitu merusak, umumnya bangunan hanya bergoyang ke kiri dan ke kanan. Kita yang merasakan gempa seolah-olah berdiri di atas bola besar yang bergerak tak tentu arah, kepala akan pusing, bumi seolah berputar-putar tak terkendali. Saat seperti ini biasanya kita segera ingat ALLAH SWT. :)
P-wave merupakan gelombang pembuka, peringatan akan datangnya gelombang yang lebih dahsyat yakni gelombang kedua yang bersifat merusak yang dikenal dengan secondary wave (S-wave). S-wave bergerak lebih perlahan, umumnya selang waktu antara tibanya P-wave dengan S-wave tidak lebih dari satu menit. Waktu yang sangat sempit bagi kita untuk menyelamatkan diri, apalagi dari gedung yang tinggi. Berbeda dengan P-wave yang bergerak merapat dan merenggang secara horizontal, S-wave bergerak ke atas dan ke bawah membentuk gelombang sinus, merusak struktur tanah, menggetarkannya dari atas ke bawah secara vertikal dan sanggup meruntuhkan seluruh benda yang dilewatinya.
Gambaran gelombang gempa P-wave:

Gambaran gelombang S-wave:

Terjadinya gempa bumi menurut ilmu sains disebabkan oleh tubrukan antar lempeng bumi yang memang bergerak terus-menerus. Namun perlu juga kita waspada, jangan-jangan gempa bumi ataupun bencana lain yang kita alami merupakan peringatan dari ALLAH SWT.
Wallahu a'lam...