Selasa, 15 Oktober 2013

Gempa Philipina 15 Oktober 2013 dan bilangan 19

Hari ini gempa dahsyat berkekuatan 7,1 SR terjadi di Philipina, merusak banyak bangunan. Beritanya bisa dibaca di sini.


Gambar di atas saya capture dari USGS, menggambarkan hubungannya dengan angka 19.
WaLLAHU a'lam.

Senin, 14 Oktober 2013

Gempa Pakistan 24 September 2013 dan bilangan 19.


Tanggal 24 September 2013 lalu, gempa dahsyat terjadi di Pakistan. Sedikitnya 328 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala richter ini. Baca beritanya di sini .



Gambar berikut saya capture dari USGS dan saya tambahkan hubungan bilangan-bilangannya dengan angka 19. WaLLAHU a'lam.

Rabu, 25 September 2013

28 September 2013 atau 05 Oktober 2013, hubungannya dengan bilangan 19.


Setelah sangat lama tidak menulis di blog ini, hari ini Rabu, 25 September 2013 saya coba menulis lagi, perihal yang sama dengan tulisan-tulisan saya sebelumnya, angka 19. :)

Beberapa minggu dan hari terakhir ini saya perhatikan beberapa gunung mulai bergejolak. Terakhir, tanpa aba-aba gunung Sinabung di Sumatera Utara meletus, kemudian 2 hari lalu (23.09.2013) gempa 5,3 SR terjadi di Selatan Pulau Bali. Dan kemarin (24.09.2013) gempa 7.7 SR kembali terjadi di sekitar Awaran Pakistan.

Hasil perhitungan tanggal tahun ini dan hubungannya dengan bilangan 19 mendapati bahwa tanggal 28 September 2013 dan 05 Oktober 2013 angka-angkanya habis dibagi dengan bilangan 19.  

28 September 2013
Angka 28032013 habis dibagi dengan 19, hasilnya 1478527. Bilangan hasilnya memang tidak habis dibagi 19, namun bila bilangan hasil ini dibalik menjadi 7258741 dan dibagi dengan 19 hasilnya 382039 dengan sisa pembagian 0 atau habis dibagi 19.

05 Oktober 2013
Angka 05102013 unik juga, bilangan ini habis dibagi 19, hasilnya 268527. Dan bilangan hasil ini, 268527 bila dibagi lagi dengan 19 juga habis dengan hasil 14133.

Mudah-mudahan tidak terjadi musibah besar di kedua tanggal tersebut.
Tulisan ini sekedar mengingatkan saja..

WaLLAHU a'lam.

Kamis, 12 Januari 2012

Gempa Aceh 11 Januari 2012 dan Angka 19..


AlhamduLillah setelah sekian lama tidak menulis akhirnya saya bisa menulis lagi. Topiknya masih bersinggungan dengan topik yang sering saya tulis, angka sembilan belas (19). Kali ini sangkut paut gempa Aceh yang terjadi kemarin (11-02-2012) pukul 01:36:54 dengan angka 19.

Beberapa menit lalu saya memperhatikan gambar yang di-capture dari siaran televisi MetroTV tentang info gempa bumi yang terjadi di Aceh dini hari kemarin. Gambarnya saya sisipkan juga pada artikel ini. Seperti biasa saya membuka calculator di notebook kemudian menghitungnya... :)

Saya mulai dengan menghitungnya secara sederhana, yakni menggabungkan angka-angka tanggal-bulan-tahun kemudian membaginya dengan angka 19. Bila hasilnya tidak habis dibagi 19 maka saya menganggapnya sebagai gempa biasa, bila sebaliknya saya menganggap gempa atau apapun kejadiannya sebagai peringatan.

Begini perhitungannya:
11-01-2012 menjadi 11012012.
11012012 / 19 = 579579.578
11012012 mod 19 = 11

Saat dibagi angka 11012012 dengan 19 hasilnya bilangan pecahan, sisa pembagian 11012012 mod 19 diperoleh 11, artinya tanggal ini tidak memiliki hubungan dengan angka 19 yang sering saya bicarakan.

Tapi tunggu dulu... coba lihat foto hasil capturenya baik-baik, masih ada jam di sana. Hmm.. Bagaimana bila kita masukkan parameter waktu pada perhitungan kali ini? Pada gambar tersebut tertulis INFO GEMPA BUMI 7.6 SR tanggal 11-Jan-12 01:36:54 WIB. Mari kita kumpulkan angkanya : 11-01-2012 01:36:54 menjadi 11012012013654.

Bukalah calculator lakukan proses pembagian dan modulo dengan angka 19.

11012012013654 / 19 = 579579579666 (hasilnya bulat)
11012012013654 mod 19 = 0 (tidak bersisa)

Coba lakukan lagi.. mungkin Anda belum percaya... :)

579579579666, angka 579 disebutkan 3 kali, coba perhatikan Surah 5 (Al-Maidah) ayat 79:
"Mereka satu sama lain tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat.
Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu".

Gempa Aceh tanggal 11 Januari 2012 pukul 01:36:54 WIB merupakan gempa yang berisi peringatan dari ALLAH SWT dan bisa jadi ini merupakan peringatan awal.. Wallahu a'lam..

Minggu, 14 November 2010

Meletusnya Merapi dan Angka 19

Hari Selasa tanggal 26-10-2010 gunung Merapi meletus, awan panasnya memusnahkan apa saja yang dilewatinya. Letusan kali ini sungguh dahsyat, korban meninggal dunia juga cukup banyak. Apakah ini benar-benar bencana alam biasa atau ada 'PESAN' tertentu yang terkandung di dalamnya?

Mari kita menghitung lagi, menghubungkan tanggal 26-10-2010 dengan angka 19. Silahkan membaca tulisan sebelumnya di blog ini bagi sahabat yang belum mengerti maksud angka 19. Kali ini kita tidak memasukkan parameter waktu, hanya tanggal saja. Silahkan mengujinya dengan kalkulator yang sahabat miliki.

Pertama-tama mari kita hilangkan tanda '-' pada tulisan tanggal 26-10-2010 sehingga menjadi 26102010. Angka 26102010 ini selanjutnya akan dibagi dengan angka 19 dan hasil pembagiannya akan kita uji bersama apakah bersisa atau bulat tanpa sisa. Bila bersisa dapat diartikan bahwa dua bencana besar ini berupa bencana biasa 'tanpa pesan'. Namun bagaimana bila hasil baginya berupa bilangan bulat tanpa sisa? Mungkinkah ALLAH SWT dan malaikat-malaikatNYA begitu memperhatikan kita, begitu dekat dengan kita?

Langsung saja kita lakukan pembagian :
26102010 dibagi 19 = 1373790 ,bulat tanpa sisa.

Tanpa sisa.., artinya bahwa bencana ini mengandung pesan yang sangat jelas. Tapi mungkin masih ada sahabat yang berpikir bahwa ini suatu kebetulan saja, suatu bilangan dibagi 19 bisa jadi hasilnya bilangan bulat tanpa sisa. Mungkin saja, tapi saya punya hitungan selanjutnya yang lebih menegaskan sekaligus menggetarkan hati..

Perhatikan baik-baik, 26102010 dibagi 19 hasilnya 1373790. Mungkin sahabat mengira bahwa angka 1373790 ini tidak memiliki makna.. Coba simak baik-baik.. tulislah angka 1373790 secara terbalik menjadi 0973731, selanjutnya bagi bilangan tersebut dengan 19.

0973731 dibagi 19 = 51249 , tanpa sisa sama sekali..

Jelaslah sudah bahwa bencana meletusnya gunung Merapi serta gempa dan tsunami di Mentawai bukanlah bencana biasa, waktunya telah ditentukan. Itulah azab yang ditimpakan kepada kaum yang berdosa, seperti tertulis pada kutipan surah-surah berikut:

Al Ahqaaf:24-25
24. Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: "Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami." Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya datang dengan segera angin yang mengandung azab yang pedih,
25. yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.

Al 'Ankabuut:53
Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

Ath Thalaaq:8
Dan berapalah banyaknya negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.

Az Zukhruf:48
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali.

Setelah membaca tulisan ini, masihkah ada diantara sahabat yang tidak percaya?
Mudah-mudahan ALLAH SWT mengampuni..

Wallahu a'lam..

Rabu, 03 Maret 2010

Mas Budiana

Lepas shalat Isya di masjid Cut Mutiah Jakarta Pusat, saya bertemu seorang jemaah bertubuh kecil dengan gigi seri depan yang sudah tanggal, namanya Budiana. Lelaki itu membawa tas yang katanya berisi pakaian selama di Jakarta. "Saya sudah satu minggu di Jakarta mas, badan saya nderedek, mungkin karena hari ini belum makan..". Saya mengajak beliau duduk di bangku panjang milik pedagang di sekitar pagar masjid. Sambil mengisi perut dengan makanan khas Jakarta "Ketoprak", kami ngobrol tentang banyak hal. Saya yang lebih banyak bertanya, kampung asal, keluarga, kenapa bisa sampai ke Jakarta dan banyak pertanyaan lainnya.

Mas Budiana berasal dari desa Nggetasan, perjalanan sekitar 2 jam dari Solo, desa kecil dengan penduduk sekitar 20 kepala keluarga. Beliau berangkat sendiri ke Jakarta untuk mengadu nasib karena ladang jagung di kampung saat itu terkena banjir. Bersama pendatang-pendatang lain beliau 'menginap' di stasiun kereta Gondangdia sambil berharap pekerjaan dari mandor-mandor bangunan yang sering mencari tenaga kerja lepas di sekitar stasiun. Dan sampai malam itu belum ada satu mandor bangunanpun yang tertarik mempekerjakannya. Dan akhirnya ia ingin pulang ke kampung...

Menurut mas Budi, makanan pokok dikampungnya adalah jagung. Beras sulit ditemukan di kampung, kalaupun ada pada saat-saat tertentu saja, biasanya beras raskin ada saat bulan Ramadhan. Saya tanyakan bagaimana dengan makan keluarga sehari-hari yang sudah seminggu ditinggalkan. Menurutnya masih ada jagung kering yang disimpan sisa hasil panen sebelumnya. Beliau bercerita bagaimana proses penyimpanan jagung agar dapat bertahan lama, dari mulai memanennya sampai mengeringkannya dengan bara api. Saya tanyakan bagaimana proses mengubah jagung yang sudah kering agar dapat di makan. Di luar dugaan saya, beliau menjelaskannya secara rinci, dari mulai merendam kembali jagung selama 3 hari, menumbuknya, merendamnya kembali, menghaluskannya sampai dengan mengukusnya hingga akhirnya menjadi 'nasi' yang siap untuk di makan.

Hampir dua jam bercerita panjang lebar, akhirnya kami harus berpisah. Saya memberi beliau ongkos pulang esok paginya ditambah sedikit untuk keperluan keluarga andai tanaman jagung musim ini kurang berhasil.

Selamat jalan mas Budi, semoga ALLAH SWT mempertemukan kita kembali kelak di tempat yang lebih baik. Insya Allah. Assalamu'alaykum..

Kamis, 08 Oktober 2009

Gempa Tasikmalaya Jawa Barat dan Angka 19

Pagi ini saya mencari data gempa terakhir dari situs BMG, saya ingin mengetahui data pasti gempa Tasikmalaya Jawa Barat bulan lalu. Dari alamat situs http://www.bmkg.go.id/60gempa.bmkg saya menemukan data yang saya cari.

Berikut kutipan data dari situs BMG:
Wilayah gempa : 142 km BaratDaya TASIKMALAYA-JABAR
Kedalaman : 30 Km
Magnitude : 7.3 SR
Lokasi : 8.24 LS - 107.32 BT
Terjadi pada : 02-Sep-09 14:55:00 WIB

Sengaja saya mem-bold tanggal dan waktu kejadian gempa karena saya ingin menegaskan kepada diri saya sendiri bahwa apa yang terjadi bukanlah bencana alam biasa.

Mari kita susun angkanya :
02-Sept-2009 14:55 WIB -> 02 09 2009 14 55 kalau dirapatkan menjadi 020920091455.

Mari kita bagi dengan 19, bila hasil pembagiannya tanpa sisa itu artinya apa yang saya sampaikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya tidak akan terbantahkan lagi.

20920091455 : 19 = 1101057445 , tanpa sisa, tanpa sisa sahabatku...

Saya menulis pagi dini hari ini bukan untuk menakut-nakuti sahabat sekalian bahwa ALLAH SWT tengah menjatuhkan azab ke negeri ini.

Saya sudah menyampaikan...
ALHAMDULILLAH

Senin, 05 Oktober 2009

Gempa Sumatera Barat dan Angka 19

Terus terang saya agak tersentak, alfa 'membaca' makna gempa yang terjadi di Sumatera Barat. Tersentak mengetahui bahwa kejadian gempa tersebut yang terjadi pukul 17:16 memiliki hubungan dengan Al Qur'an. Seorang sahabat menyuruh saya membaca surah ke 17 (Al Israa') ayat 16.

Surah Al Israa' : 16
Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.

Untuk meyakinkan diri, saya mencoba menghubungkan kejadian gempa tersebut dengan angka 19. Semula saya mengira angka 1716 (saya ambil dari angka pukul 17:16) bila dibagi 19 tidak bersisa, ternyata hasil baginya bersisa. Angka 1716:19 = 90.315 atau 90 dengan sisa pembagian 6, artinya kejadian itu kemungkinan tidak memiliki hubungan dengan kelipatan angka 19.

Lalu saya mencoba kemungkinan lain, sesuatu yang lebih rumit...

Kejadian gempa tersebut terjadi tanggal 30 September 2009 pukul 17:16, susunan angkanya menjadi 30 09 2009 17 16, kalau dirapatkan menjadi 300920091716. Mari kita coba membagi angka tersebut dengan angka 19.

300920091716 : 19 = 15937899564 tanpa sisa...

Artinya, gempa Sumatera Barat yang terjadi tanggal 30 September 2009 pukul 17:16 berisi pesan yang teramat jelas, tertulis pada surah Al Israa' ayat 16.

Dengan perhitungan tadi saya menjadi sangat yakin bahwa gempa Sumatera Barat itu bukanlah gempa biasa. ALLAH SWT sedang mengingatkan kita semua, masih sayang dan masih peduli akan kita sebagai hamba-NYA.

Wallahu a'lam.

-bagian di bawah ini saya tambahkan pukul 21:31 WIB-
Lalu bagaimana dengan gempa bumi di Aceh tahun 2004? Apakah ada hubungannya juga dengan angka 19?

Gempa bumi di Aceh akhir tahun 2004 lalu membuat gelombang tsunami setinggi 40 meter menyapu habis semua yang dilewati, dengan korban ratusan ribu orang meninggal dunia. Mari kita lihat hubungan antara gempa bumi ini dengan bilangan 19. Gempa bumi ini terjadi tanggal 26 Desember 2004 tepat pukul 08:00 WIB pagi.

Susunan bilangannya adalah 26 12 2004 08 00, dirapatkan menjadi 261220040800. Bila bilangan ini dibagi 19 hasilnya sbb :
261220040800 : 19 = 13748423200 dengan sisa 0 alias tanpa sisa.

Artinya bahwa bencana ini bukanlah kejadian alam semata, pesan yang dikandungnya begitu jelas.

Menurut ilmu sains, gempa dan akibat yang ditimbulkannya terjadi akibat pergerakan lempeng-lempeng bumi yang saling bergesek atau berbenturan. Namun perlu kita ingat bersama bahwa alam semesta termasuk bumi ini diciptakan oleh ALLAH SWT. Artinya SEGALA ILMU SAINS yang ada di alam semesta ini diciptakan dan dimiliki oleh ALLAH SWT.

Wallahu a'lam..

Sabtu, 05 September 2009

P-wave dan S-wave

Sedikit tulisan ini mudah-mudahan dapat menambah pengetahuan kita bersama perihal gempa bumi. Tidak banyak dibahas dalam tulisan ini, hanya berkisar pada gelombang yang dihasilkan saat gempa terjadi. Mudah-mudahan dengan mengetahui kedatangan gelombang-gelombang gempa ini kita dapat segera menyelamatkan diri dari efek gempa yang datang setelahnya.

Saat gempa bumi terjadi dari pusat gempa akan dihasilkan gelombang gempa awal yang dikenal dengan primary wave atau P-wave. Gelombang P-wave bergerak cepat dengan teknik merapat dan merenggang. Gelombang ini tidak begitu merusak, umumnya bangunan hanya bergoyang ke kiri dan ke kanan. Kita yang merasakan gempa seolah-olah berdiri di atas bola besar yang bergerak tak tentu arah, kepala akan pusing, bumi seolah berputar-putar tak terkendali. Saat seperti ini biasanya kita segera ingat ALLAH SWT. :)

P-wave merupakan gelombang pembuka, peringatan akan datangnya gelombang yang lebih dahsyat yakni gelombang kedua yang bersifat merusak yang dikenal dengan secondary wave (S-wave). S-wave bergerak lebih perlahan, umumnya selang waktu antara tibanya P-wave dengan S-wave tidak lebih dari satu menit. Waktu yang sangat sempit bagi kita untuk menyelamatkan diri, apalagi dari gedung yang tinggi. Berbeda dengan P-wave yang bergerak merapat dan merenggang secara horizontal, S-wave bergerak ke atas dan ke bawah membentuk gelombang sinus, merusak struktur tanah, menggetarkannya dari atas ke bawah secara vertikal dan sanggup meruntuhkan seluruh benda yang dilewatinya.

Gambaran gelombang gempa P-wave:


Gambaran gelombang S-wave:


Terjadinya gempa bumi menurut ilmu sains disebabkan oleh tubrukan antar lempeng bumi yang memang bergerak terus-menerus. Namun perlu juga kita waspada, jangan-jangan gempa bumi ataupun bencana lain yang kita alami merupakan peringatan dari ALLAH SWT.

Wallahu a'lam...

Kamis, 25 Juni 2009

Mata Kita Resolusinya 130 Mega Pixel

Kamera digital terbaik semisal DSLR Canon EOS 450D memiliki resolusi efektif sekitar 12.2 Mega Pixel, maksudnya di dalam kamera Canon EOS 450D terdapat 12.2 juta sensor peka cahaya yang berfungsi menangkap cahaya yang berada di depan kamera,. Cahaya ini selanjutnya diolah kamera dan dijadikan file gambar dengan format tertentu, misalnya JPG, TIF atau format lainnya. Dengan berat body sekitar 475 gram, Canon EOS 450D tergolong kamera tercanggih yang ada di muka bumi ini. :)

Di dalam tubuh tanpa kita sadari ternyata terdapat peralatan optik yang kapasitasnya melebihi peralatan optik terbaik di dunia. Mata kita ternyata memiliki resolusi yang sangat tinggi, sekitar 130 Mega Pixel per satu mata, dengan berat hanya sekitar 7 gram saja dan diameter sekitar 24 milimeter.

Pada kamera digital sensor penangkap cahaya biasanya terbuat dari bahan CMOS, sejenis semikonduktor yang tersusun dalam bentuk segi empat. Pada retina mata manusia terdapat sel penangkap cahaya yang jumlahnya sekita 130 juta sel yang disebut sel fotoreseptor. Fotoreseptor merupakan satu-satunya jenis sel di dalam tubuh manusia yang mampu mengubah cahaya yang masuk ke retina mata menjadi sinyal listrik yang akan dikirim ke otak.

Sel fotoreseptor ternyata bentuknya tidak seragam, ada yang berbentuk kerucut dan ada yang berbentuk batang. Anehnya sel batang memiliki jumlah yang luar biasa, sekitar 125 juta sel. Sel batang sangat sensitif terhadap perubahan cahaya namun anehnya tidak mampu membedakan warna yang diterima. Sisanya sekitar 6 juta sel merupakan sel kerucut, sangat sensitif terhadap warna dan mampu membedakan warna dengan sangat baik. Masing-masing bentuk sel dengan perbedaan jumlah yang mencolok tentulah memiliki tujuan tertentu. Begitulah, mata kita dengan resolusi 130 Mega Pixelnya merupakan sebagian kecil organ tubuh kita yang sangat luar biasa.

Alhamdulillah.