Kamis, 19 Juni 2008

Blue Energy (?)

Lagi, Djoko Suprapto mempertontonkan bahwa pembangkit listrik buatan beliau, yang diberi nama Jodhipati, bekerja dengan 'baik'. Teknologi yang diterapkan 'katanya' mengacu pada teori massa dan cahaya. Saya pribadi tidak mempercayai temuan blue energy ini, apalagi teori yang ada dibaliknya.

Air sebagai bahan bakar? Ini dia, kalau yang ini baru saya percaya. Tentu banyak orang mencemooh ide ini, bagaimana mungkin air yang biasanya memadamkan api berbalik menjadi bahan bakar. Hmm, bener juga ya, tapi ide dasarnya sebenarnya sangat sederhana. Air murni atau H2O memiliki 2 unsur di dalamnya, unsur Hidrogen dan Oksigen. Kedua unsur ini dapat dengan mudah dilepas dengan menggunakan energi listrik. Unsur Hidrogen merupakan unsur yang sangat mudah terbakar, unsur inilah yang digunakan sebagai sumber energi baru.

Beberapa pakar fisika, termasuk dari Universitas Gajah Mada, meragukan bahwa gas Hidrogen dapat dihasilkan dengan cara yang sederhana. Menurut mereka, untuk melepas unsur Hidrogen dan Oksigen dari air, dibutuhkan energi yang sangat besar. Namun dalam kenyataannya, dengan hanya menggunakan 12 volt batere, dibantu dengan beberapa plat stainless-steel yang masing-masing diberi tegangan positif dan negatif, mampu dihasilkan gas Hidrogen dan Oksigen yang sangat banyak. Para praktisi energi alternatif di luar sana menyebut gas hasil produksi ini sebagai gas HHO, ada juga yang menyebutnya Brown Gas, mengambil nama dari seorang inventor energi alternatif.

Lalu bagaimana gas ini dapat bermanfaat? Gas HHO ini dapat langsung dimasukkan ke ruang pembakaran mesin lewat karburator dan mampu menghidupkan mesin. Mesin akan mati bila aliran gas berhenti, apakah disebabkan oleh air yang berkurang atau kehabisan batere. Kehabisan betere? Ya, karena cara kerjanya tetap merupakan peralihan energi, energi batere menghasilkan gas dan gas dibakar untuk menggerakkan mesin.

Bagaimana agar gas tetap diproduksi, mesin tetap hidup dan batere tidak habis? Jawabannya sederhana, batere hanya sebagai starter untuk menghidupkan generator listrik, listrik yang dihasilkan sebagian untuk men-charge batere, sebagian lagi untuk menghasilkan gas HHO, sebagian yang lain dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Ups.

Terus, bagaimana cara lengkap membuat alat pembangkit gas HHO ini? Langsung saja masuk ke energiair.blogspot.com.

Terus, masalah blue energy-nya pak Djoko bagaimana?

Ma'af kalau saya tidak percaya...

Tidak ada komentar: